Tampilkan postingan dengan label Lamongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lamongan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2011

Sejarah lamongan

Sebagai warga Lamongan ga ada salahnya mengetahui sejarah daerahnya sendiri,dalam upaya melestarikan kebudayaan dan leluhur jaman dulu itulah intermisu sejenak,untuk ceritanya silakan di lihat n rasaken............

Dulu Lamongan merupakan Pintu Gerbang ke Kerajaan Kahuripan, Kerajaan Panjalu, Kerajaan Jenggala, Kerajaan Singosari atau Kerajaan Mojopahit, berada di Ujung Galuh, Canggu dan kambang Putih ( Tuban). Setelah itu tumbuh pelabuhan Sedayu Lawas dan Gujaratan (Gresik), merupakan daerah amat ramai , sebagai penyambung hubungan dengan Kerajaan luar Jawa bahkan luar Negeri.

Zaman Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur, Di Lamongan berkembang Kerajaan kecil Malawapati ( kini dusun Melawan desa Kedung Wangi kecamatan Sambeng ) dipimpin Raja Agung Angling darma dibantu Patih Sakti Batik Maadrim termasuk kawasan Bojonegoro kuno. Saat ini masih tersimpan dengan baik, Sumping dan Baju Anglingdarma didusun tersebut. Di sebelah barat berdiri Kerajaan Rajekwesi di dekat kota Bojonegoro sekarang.

Pada waktu Kerajaan Majapahit dipimpin Raja Hayam Wuruk (1350 -1389) kawasan kanan kiri Bengawan Solo menjadi daerah Pardikan. Merupakan daerah penyangga ekonomi Mojopahit dan jalan menuju pelabuhan Kambang Putih. Wilayah ini disebut Daerah Swatantra Pamotan dibawah kendali Bhre Pamotan atau Sri Baduga Bhrameswara paman Raja Hayam Wuruk ( Petilasan desa Pamotan kecamatan Sambeng ), sebelumnya. Di bawah kendali Bhre Wengker ( Ponorogo ). Daerah swatantra Pamotan meliputi 3 kawasan pemerintahan Akuwu , meliputi Daerah Biluluk (Bluluk) Daerah Tenggulunan (Tenggulun Solokuro) , dan daerah Pepadhangan (Padangan Bojonegoro).

Menurut buku Negara Kertagama telah berdiri pusat pengkaderan para cantrik yang mondok di Wonosrama Budha Syiwa bertempat di Balwa (desa Blawi Karangbinangun) , di Pacira ( Sendang Duwur Paciran), di Klupang (Lopang Kembangbahu) dan di Luwansa ( desa Lawak Ngimbang). Desa Babat kecamatan Babat ditengarahi terjadi perang Bubat, sebab saat itu babat salah satu tempat penyeberangan diantar 42 temapt sepanjang aliran bengawan Solo. Berita ini terdapat dalam Prasasti Biluluk yang tersimpan di Musium Gajah Jakarta, berupa lempengan tembaga serta 39 gurit di Lamongan yang tersebar di Pegunungan Kendeng bagian Timur dan beberapa temapt lainnya.

Menjelang keruntuhan Mojopahit tahun 1478M, Lamongan saat itu dibawah kekuasaaan Keerajaan Sengguruh (Singosari) bergantian dengan Kerajaan Kertosono (Nganjuk) dikenal dengan kawasan Gunung Kendeng Wetan diperintah oleh Demung, bertempat disekitar Candi Budha Syiwa di Mantup. Setelah itu diperintah Rakrian Rangga samapi 1542M ( petilasan di Mushalla KH.M.Mastoer Asnawi kranggan kota Lamongan ). Kekuasaan Mojopahit di bawah kendali Ario Jimbun (Ariajaya) anak Prabu Brawijaya V di Galgahwangi yang berganti Demak Bintoro bergelar Sultan Alam Akbar Al Fatah ( Raden Patah ) 1500 sampai 1518, lalu diganti anaknya, Adipati Unus 1518 sampai 1521 M , Sultan Trenggono 1521 sampai 1546 M.

Dalam mengembangkan ambisinya, sultan Trenggono mengutus Sunan Gunung Jati ( Fatahilah ) ke wilayah barat untuk menaklukkan Banten, Jayakarta, danCirebon. Ke timur langsung dpimpin Sultan sendiri menyerbu Lasem, Tuban dan Surabaya sebelum menyerang Kerajaan Blambangan ( Panarukan). Pada saat menaklukkan Surabaya dan sekitarnya, pemerintahan Rakryan Rangga Kali Segunting ( Lamong ), ditaklukkan sendiri oleh Sultan Trenggono 1541 . Namun tahun 1542 terjadi pertempuran hebat antara pasukan Rakkryan Kali Segunting dibantu Kerajaan sengguruh (Singosari) dan Kerajaan Kertosono Nganjuk dibawah pimpinan Ki Ageng Angsa dan Ki Ageng Panuluh, mampu ditaklukkan pasukan Kesultanan Demak dipimpin Raden Abu Amin, Panji Laras, Panji Liris. Pertempuran sengit terjadi didaerah Bandung, Kalibumbung, Tambakboyo dan sekitarnya.

Tahun 1543M, dimulailah Pemerintahan Islam yang direstui Sunan Giri III, oleh Sultan Trenggono ditunjuklah R.Abu Amin untuk memimpin Karanggan Kali Segunting, yang wilayahnya diapit kali Lamong dan kali Solo. Wilayah utara kali Solo menjadi wilayah Tuban, perdikan Drajat, Sidayu, sedang wilayah selatan kali Lamong masih menjadi wilayah Japanan dan Jombang. Tahun 1556 M R.Abu Amin wafat digantikan oleh R.Hadi yang masih paman Sunan Giri III sebagai Rangga Hadi 1556 -1569M Tepat hari Kamis pahing 10 Dzulhijjah 976H atau bertepatan 26 mei 1569M, Rangga Hadi dilantik menjadi Tumenggung Lamong bergelar Tumenggung Surajaya ( Soerodjojo) hingga tahun 1607 dan dimakamkan di Kelurahan Tumenggungan kecamatan Lamongan dikenal dengan Makam Mbah Lamong. Tanggal tersebut dipakai sebagai Hari Jadi Lamongan.

Setelah Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945, daerah Lamongan menjadi daerah garis depan melawan tentara pendudukan Belanda, perencanaan serangan 10 Nopember Surabaya juga dilakukan Bung Tomo dengan mengunjungi dulu Kyai Lamongan dengan pekikan khas pembakar semangat Allahu Akbar. Lamongan yang dulunya daerah miskin dan langganan banjir, berangsur-angsur bangkit menjadi daerah makmur dan menjadi rujukan daerah lain dalam pengentasan banjir. Dulu ada pameo "Wong Lamongan nek rendeng gak iso ndodok, nek ketigo gak iso cewok" tapi kini diatasi dengan semboyan dari Sunan Drajat, Derajate para Sunan dan Kyai "Memayu Raharjaning Praja" yang benar benar dilakukan dengan perubahan mendasar, dalam memsejahterahkan rakyatnya masih memegang budaya kebersamaan saling membantu sesuai pesan kanjeng Sunan Drajat "Menehono mangan marang wong kangluwe, menehono paying marang wong kang kudanan , menehono teken marang wong kang wutho, menehono busaono marang wong kang wudho"

Sekaran

Setelah gw piker n menelak’a tidak ada salahnya gwa posting desa gw sendiri,untuk lebih lengkap cikibrot di bawah………………..


Sekaran, Lamongan


Sekaran

Kecamatan

Negara

Indonesia

Provinsi

Jawa Timur

Kabupaten

Lamongan

Pemerintahan

Camat

Drs. H. Yaslikan,MH.

Luas

4,96 km²

Jumlah penduduk

44.822 Jiwa

Kepadatan

9.037 jiwa/km²

Desa/kelurahan

21 Desa

Sekaran adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Keadaan umum

Kecamatan Sekaran adalah salah satu Kecamatan dari 27 Kecamatan yang berada di Kabupaten Lamongan dengan jarak Orbitasi + 34 Km dari Ibu kota Lamongan atau 34 Km arah kota Lamongan (kota terdekat), Kecamatan Sekaran dengan ketinggian + 7 mm diatas permukaan laut dengan batas-batas wilayah :

Utara

Kecamatan Maduran

Selatan

Kecamatan Babat dan Pucuk

Barat

Kabupaten Tuban

Timur

Kecamatan Karanggeneng dan Pucuk


Pembagian wilayah


Kecamatan Sekaran terdiri dari 21 Desa, 29 Dusun RW 54 RT 226 dengan komposisi jumlah penduduk Laki-laki 21.248 dan perempuan 23.574, luas wilayah Kecamatan Sekaran adalah 4.963,538 Ha dengan tata guna tanah :

  • Tanah sawah : 3,119,081 Ha
  • Tanah Tegal : 231,246 Ha
  • Tanah pekarangan : 493,120 Ha
  • Tanah Rawa : 973,565 Ha
  • anah lain-lain : 146,526 Ha

Topografi


Tingkat kemiringan tanah kurang dari 8 % sehingga kondisi lahan sebagian besar datar dan dataran sawah sedikit daerah genangan air, sedang struktur Tanah Aluvial 100 % HIDROLOGI Kedalaman air tanah rata -rata + 10 M dari permukaan tanah.


Klimatologi


Beriklim tropis dengan 2 (dua) musim, musim Kemarau bulan Mei sampai dengan bulan September dan musim hujan pada bulan oktober sampai bulan April, dengan suhu 30 0 C.


Ekonomi


Pertanian

meliputi Padi/Gabah 5,6 ton/Ha dengan jenis IR 64 dan Ciherang atau total produksi tiap tahun 20.734,8 ton beras jjenis IR 64 dan Ciherang, dapat dipesan melalui KUD/Paguyuban Penggilingan Padi MITRA USAHA Desa Sekaran. Kecamatan Sekaran dengan harga 1 (satu) zak isi 25 Kg Rp. 60.000,- ( enam puluh ribu rupiah ).

Perikanan

meliputi Ikan Bandeng dengan produksi + 1 ton/Ha, dapat dipesan melalui KUD/Kepala Cabang Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan Kecamatan Sekaran dengan harga 1 Kg Ikan Bandeng isi + 7 ekor Rp.6.000,- ( enam ribu rupiah )

Kacang hijau

dengan hasil produksi 1,3 ton/Ha dengan harga Rp. 3.000,- (tiga ribu rupiah ) / Kg, sedangkan luas panen pertahun 1.200 Ha dengan hasil produksi 1.560 ton/Tahun.

Semangka

dengan hasil produksi 15 ton/Ha dengan harga Rp. 750 ( Tujuh Ratus Lima Puluh Rupiah ) / Kg, sedangkan luas panen per tahun 124 Ha dengan jumlah produksi 1.860 ton/ tahun.


Industri rumah tangga


dengan produk anyaman Jarang (Wuwu) dengan Produksi perkelempok 900/tahun dapat dipesan langsung ke Desa Kudikan Kecamatan Sekaran dengan harga Rp. 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah ) per unit, dan pesan 100 unit dapat bonus gratis 2 unit.


Pendidikan


Jumlah lembaga di wilayah Kecamatan Sekaran antara lain sebagai berikut :

  • Sekolah Dasar : 23 Unit
  • Madrasah Ibtidaiyah (MI) : 25 Unit
  • SMPN : 2 Unit
  • SMP Swasta : 4 Unit
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs) : 6 Unit
  • SMA Swasta : 4 Unit
  • SMK : 2 Unit
  • Madrasah Aliyah (MA) : 2 Unit
  • Perguruan Tinggi (STITAF) : 1 Unit
  • Pondok Pesantren : 3 Unit
  • Koperasi Unit Desa (KUD) : 1 Unit
  • KPRI : 1 Unit
  • Bank Rakyat Indonesia (BRI) : 1 Unit
  • Bank Perkreditan Rakyat (BPR) : 1 Unit
  • Bank Pasar : 1 Unit
  • Pasar desa : 8 Unit

Pemerintahan


Sedangkan alamat Kantor Kecamatan Sekaran di Jl. Raya Bulutengger Nomor 31 Telepon (0322) 311421 Sekaran, dengan layanan dinas mulai hari Senin sampai dengan hari Kamis pukul 07.00 Wib sampai dengan pukul 15.00 Wib, dan hari Jum’at pukul 07.00 Wib sampai pukul 12.00 Wib dilanjutkan pukul 13.00 Wib sampai dengan pukul 14.30 Wib. Hari libur Sabtu, Minggu dan hari libur lain yang ditetapkan secara resmi oleh Pemerintah.


Layanan kependudukan


Fasilitas Layanan kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) dapat dilayani dan diselesaikan ditingkat Kecamatan , bahkan Kecamatan Sekaran dalam pengurusan KTP dan KK melayani wilayah Kecamatan Maduran. Sedangkan layanan Kesehatan dengan jumlah Dokter diantarannya 1 orang Dokter umum, dan 1 Orang Dokter Gigi, dengan fasilitas rawat inap, rawat jalan gigi dengan alamat Puskesmas di Desa Kembangan Kecamatan Sekaran telepon (0322) 311450, disamping itu juga melalui pelayanan Posyandu dan pelayanan Kusta.


Kecamatan sekaran Kabupaten lamongan Jawa Timur


  1. Besur · Bugel · Bulutengger · Jugo · Karang · Kebalan Kulon · Kembangan · Kendal · Keting · Kudikan · Latek · Manyar · Miru · Moro · Ngarum · Porodeso · Sekaran · Siman · Sungegeneng · Titik · Trosono

 
Design by Template nemu | WARNET CEPAT AKSES Erik@net | Warnet sekaran